MATTIRO SOMPE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI DDI Pinrang melaksanakan program kerja bertema “Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini di Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang”. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Lurah Langnga dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari unsur akademisi, pemerintah, hingga aparat penegak hukum.

Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Ketua STAI DDI Pinrang, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mattiro Sompe, aparat kepolisian setempat, kepala lurah, serta Sekretaris Kecamatan Mattiro Sompe. Kehadiran para narasumber ini menunjukkan komitmen bersama dalam upaya menekan angka pernikahan dini di wilayah tersebut dengan menghadirkan orang tua, siswa, dan masyarakat umum.
Dalam pemaparannya, Ketua STAI DDI Pinrang menekankan pentingnya edukasi berbasis nilai agama dan pendidikan sebagai fondasi dalam membangun kesadaran generasi muda. Menurutnya, pernikahan dini tidak hanya berdampak pada aspek psikologis dan sosial, tetapi juga berpengaruh pada keberlangsungan pendidikan dan masa depan anak.

Sementara itu, pihak KUA Kecamatan Mattiro Sompe menjelaskan regulasi pernikahan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sekaligus menyoroti pentingnya kesiapan usia, mental, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan. Edukasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman hukum dan agama kepada masyarakat, khususnya remaja.
Dari unsur kepolisian, disampaikan bahwa pernikahan dini kerap berkaitan dengan berbagai persoalan sosial, termasuk putus sekolah dan potensi konflik rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Sekretaris Kecamatan Mattiro Sompe dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN STAI DDI Pinrang yang telah mengangkat isu strategis dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif serta mendorong lahirnya program berkelanjutan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap pesan pencegahan pernikahan dini dapat tersampaikan secara luas, serta mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat menuju kehidupan keluarga yang lebih matang, sehat, dan berdaya saing.


Beri Komentar